Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu
kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima,
dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
1 Kor. 15:1
Naskah Yunus – Yuk! Siarkan Dia:

MUSIK PEMBUKA ( ½ menit)

Nenek Alodia: Halo cucu cucuku, kelihatan Lora nggak?

Kakek Aaron: Selamat pagi, ehem… (lalu baca koran).

Nenek Alodia: Cucu-cucu, kalian pernah nggak main sembunyi-sembunyian sama nenek dan kakek kalian?

Kakek Aaron: Pasti nggak lah. Nenek aja yang mau dikerjain Lora.

Nenek Alodia: Iya, tapi sekarang Loranya di mana? Nenek udah cari ke sana cari ke sini.

MUSIK buat sembunyi-sembunyian ( ½ menit)

(pura-pura mencari dengan gaya nenek yang lucu)

Kakek Aaron: Taruh aja stroberi yang banyak di meja situ, begitu lihat stroberi, ia pasti tidak tahan sembunyi lama-lama.

Nenek Alodia: Kakek memang pintar. Iyus Iyus … tolong taruh stroberi yang banyak di meja.

(Iyus keluar bawa stroberi)

MUSIK untuk cerita

Kakek Aaron: Dulu ada orang namanya Yunus, ia juga mau sembunyi dari Tuhan, karena ia nggak mau menyiarkan kabar baik tentang Tuhan.

Nenek Alodia: Kalau nenek sih suka menyiarkan kabar baik, “Oei! Oei! Kabar baik! Kabar baik! Harga emas turun!

MUSIK KAGET

Kakek Aaron: Kok harga emas? Ini kabar baik tentang Tuhan.

Nenek Alodia: Ops! Salah lagi!

Kakek Aaron: Dengerin ya.
Suatu hari, (suara Tuhan - bergema): Yunus, pergilah ke kota Niniwe. Katakan pada orang-orang di sana, “Jangan berbuat jahat lagi.”

Yunus: Adik-adik, Tuhan menyuruh aku ke …? Ke mana ya adik-adik?

MUSIK BINGUNG

Nenek Alodia: Kek, kok dia nggak tahu sih.

Kakek Aaron: Ah dia pura-pura aja.

Yunus: Ke mana adik-adik?

Yunus: (musik kaget)Niniwe? Itu khan kota yang jahat.
(deng deng)Di sana banyak orang jahat(deng deng),
semuanya jahat(deng deng).
Aku nggak mau pergi ah. (musik agak sedih)

Kakek Aaron: Lho, kok nggak mau?

Nenek Alodia: Habis orangnya jahat-jahat sih.

Kakek Aaron: Justru karena orang-orang di Niniwe jahat, Tuhan menyuruh Yunus ke sana.

MUSIK agak melembut dan netral

Nenek Alodia: Oh iya, Yunus khan harus bilang ke orang-orang jahat itu agar tidak berbuat jahat lagi, nanti dihukum Tuhan lho. Bener nggak cucu-cucu?

Yunus: (Kakek dan nenek kaget banget) Aku nggak mau pergi, aku nggak mau, nggak mau, nggak mau, pokoknya nggak mau. Biar mereka dihukum Tuhan saja. (deng deng)
Tapi bagaimana caranya bersembunyi dari Tuhan? Aku akan sembunyi di kamar. (Masuk kamar – kelihatan kasurnya.)

Nenek Alodia: Tuhan tahu.

Yunus: Aku akan sembunyi di kolong. (Ke kolong.)

Nenek Alodia: Tuhan tahu nggak cucu-cucu? Tuhan tahu.

Yunus: Oke, oke, aku akan pergi jauhhhh.

Nenek Alodia: Ke mana aja Tuhan tetap tahu kok. Tapi kek, Yunus mau ke mana?

Kakek Aaron: Yunus mau sembunyi dari Tuhan, ia mau kabur ke tempat yang jauh….
Lihat! Yunus lari ke Yafo. Ia mau beli tiket kapal.

(Kapal masuk)

Awak Kapal: Ke Tarsis! Ke Tarsis! Ada yang ikut?

(Yunus membayar tiket)

SUARA DEBUR OMBAK

Nenek Alodia: Kek! Kek! Yunus naik kapal!

PUPPET BERNYANYI (S741 – 2X+Reff 1X)

Lagu: Tak mungkin! Tak bisa! (2X)
Sem-bunyi dari Tu-han.
Dia tahu! Dia tahu! (2X)
Di-a pasti tahu kau di mana.
Dia beri perintah,
Janganlah abaikan!
Dia memanggil kita,
Mari jawab, “Ya Tuhan!”

(Yunus menyerahkan tiket ke kapten kapal)

Kapten: Masukkan semua barang, kita segera berangkat.

(Semua orang mengangkat kardus-kardus, koper, dll., ke kapal.)

Kapten: Adik-adik, ada yang mau ikut nggak?
(Nunjuk ke anak-anak) Mau? Mau? Yang mau, beli tiket dulu, beli tiket dulu.

Awak Kapal: Kapten, tiketnya udah habis.

Kapten Kapal: Oh, sayang sekali. Oke, pasang layar, kita berangkat.

(Pasang layar. Semua mendayung. Kapten memberi komando: Tu wa, tu, wa, ga, pat)

Awak Kapal: Kapten! Kapten! Gawat kapten! Langit hitam sekali!

Kapten: Dayung lebih keras! Tu wa tu wa…

SUARA BADAI

Nenek Alodia: Kek, kek, suara apa ini?

Kakek Aaron: Gawat! Gawat! Kapal Yunus diserang badai.

(Seru di kapal – semua goyang sana goyang sini, nggak bisa mendayung.)

Kapten Kapal: Buang semua muatan.

(Semua membuang barang-barang.)

Nenek Alodia: Ihh takut….

Kakek Aaron: Mereka sudah membuang tas, koper, keranjang, … tapi kapal tetap sulit dikendalikan.

Kapten Kapal: Gulung layar! Dayung lagi lebih kuat (tu wa tu wa)

(Tidak bisa mendayung, malah guling-guling)

Orang 1: Alakazam! Alakazam!

Orang 2: Dewa angin! Dewa angin yang terhormat, tolong hentikan badai ini.

Orang 3: (Komat kamit baca mantera).

Kapten Kapal: Hai! Siapa kamu? Kok kamu bisa tidur nyenyak sih? Berserulah kepada Allah-Mu, mungkin Dia bisa menolong kita!

(Semua awak kapal membuang undi dan Yunus yang dapat undi.)

Awak Kapal: (Sambil berpegangan erat-erat) Siapa kamu? Kamu salah apa? Pekerjaanmu apa? Kamu datang dari mana? Kamu bangsa apa?

Yunus: (Sambil berpegangan erat-erat) Aku lari dari Tuhan yang hidup, Tuhan yang empunya langit. Tuhan yang menjadikan lautan dan daratan.

Awak Kapal:
(Sambil berpegangan erat-erat) Lalu bagaimana sekarang?

Yunus: (Sambil berpegangan erat-erat) Lemparkan aku ke laut, maka badai akan reda.

Kapten Kapal: (Sambil berpegangan erat-erat) Nggak ah kasihan! Dayung lebih kuat! Tu wa tu wa

(Semua bergulingan)

Kapten Kapal: Oke, oke, lemparkan dia ke laut!

(Yunus dibuang ke laut! – dari arah belakang)

HENING – MUSIK SLOW santai rada klasik

Nenek Alodia: Kok badainya tiba-tiba berhenti?

(Kapal berjalan menghilang sambil semua awak kapal berdoa, “Terima kasih Tuhan yang hidup, kami mau menyembah-Mu.)

Kakek Aaron: Itu Yunus! (tiba-tiba musik lucu) Ia hampir tenggelam!

(Yunus action yang seru – naik turun naik lagi turun lagi)

MUSIK LUCU

Nenek Alodia: Yunus dililit rumput laut.
Yunus sudah nggak kuat berenang lagi.

(Ikan besar lewat)

SUARA OMBAK DAHSSYAAATTTT tapi bukan badai ditambah MUSIK LUCU karena ikan besar mengejar-ngejar Yunus

Nenek Alodia: Awas Yunus! Awas! Ada ikan besar!
Tolong! Tolong!

(Yunus kabur sana kabur sini, ikan lewat terus dan mau menerkam Yunus, dll.)

Kakek Aaron: Tenang nek, tenang!

SUARA OMBAK Gede lagi

Nenek Alodia: (ikan lewat dekat nenek) Aa…. Tolong! tolong!

(Ikan menerkam Yunus)

Kakek Aaron: Lho kok… Yunus, Yunus, kamu di mana?
Yunus… Yunus…, cucu-cucu, Yunus di mana?
Apa? Dimakan ikan?

MUSIK KAGET TAKUT, GA PERCAYA

Nenek Alodia: Ihhh… cepat kabur kek.

TET TERET TERET TEREEEEEETTTTT, fast beat

Kakek Aaron: Jadi, Yunus sudah dimakan ikan besar itu?

DEMDEM DEMDEM

OMBAK DAHSYAT lagi

(Ikannya lewat lagi)

DEBUR OMBAK

Nenek Alodia: Tolong!! (Masih sembunyi) Cucu-cucu, ikannya sudah pergi belum?

Kakek Aaron: Ayolah nek, udah aman, ikannya nggak doyan nenek.

MUSIK LEMBUT

Nenek Alodia: (Muncul takut-takut) Cucu-cucu, ikannya udah pergi belum?

MUSIK TENANG

(ikan kecil lewat)

Nenek Alodia: Tolong! Tolong! Kakek, cepat kabur!

MUSIK TET TERET TERET lagi

Kakek Aaron: Tenang Nek, tenang. Itu khan cuma ikan kecil.

Nenek Alodia: Hah? Oh ? *fuihhhhh

MUSIK LEMBUT

Nenek Alodia: Aduh! Jantung nenek mau copot rasanya.

Kakek Aaron: Kasihan Yunus ya, ada yang tahu nggak Yunus lagi ngapain di perut ikan?
Ia pasti berdoa. Ia pasti nyesel banget kok nggak mau ke Niniwe aja.

Nenek Alodia: Menurut nenek sih selain berdoa, Yunus pasti muntah-muntah. Ihh perut ikan khan bau! Wek wek wek.

Lagu: Yunus di Perut Ikan 3X – GA yang nyanyi dan menari.

Kakek Aaron: 3 hari kemudian, Tuhan menyuruh ikan besar itu memuntahkan Yunus.

SUARA OMBAK DAHSYAT lagi

(Ikan besar lewat lagi)

Nenek Alodia: Tolong! Tolong!

(Yunus dimuntahkan)
(Yunus batuk-batuk sambil membersihkan badannya.)

MUSIK SEDIH

Yunus: Aku harus ke Niniwe. Aku tidak bisa sembunyi dari Tuhan.
Aku harus menyiarkan kabar tentang Tuhan.

YUNUS DAN PUPPET BERNYANYI – S904 2X

Lagu:
Ayo bangkit! Ayo bangkit!
B’ri-takan Dia, jangan berlambatan.
Tuhan mau ampunimu, ampuni, ampuni.
Tuhan mau ampunimu, a-sal kau bertobat.

Kakek Aaron: (musik netral lagi, musix latar)Gitu dong.

Yunus: 40 hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan oleh Tuhan, kalian semua harus bertobat!

(Semua orang Niniwe kaget dan segera mengenakan kain kabung.)

Raja Niniwe: Umumkan: semua manusia dan ternak, kambing domba, lembu sapi, tidak boleh makan apa-apa. Tidak boleh makan rumput, tidak boleh minum air. Semua harus mengenakan kain kabung dan semua harus bertobat, jangan berbuat jahat lagi.

Kakek Aaron: Raja juga turun dari singgasananya, menanggalkan jubahnya, duduk di atas abu dan mengenakan kain kabung. Karena itu Tuhan tidak jadi menghukum mereka.

Nenek Alodia: Yunus seneng dong kek.

Kakek Aaron: Nggak, Yunus khan pengin orang-orang jahat itu dihukum, eh mereka malah bertobat sehingga Tuhan tidak jadi menghukum.

Yunus: (Bergaya kesal dan marah) Itulah sebabnya aku tidak mau ke Niniwe. Mereka jahat, mereka seharusnya dihukum, bukan diampuni.
(Yunus membangun pondok dan duduk di dalamnya sambil kipas-kipas, uhh panasnya.)

Narator: Tumbuhlah sebuah pohon jarak dengan cepat di sebelah Yunus. Yunus senang karena sejuk. (Keluarkan pohon jarak. Yunus tiduran, menikmati.)
Keesokkan harinya, ada ulat menggerogoti pohon itu sehingga menjadi layu. (Ganti pohon yang layu.)
Panas semakin terik. (Keluarkan matahari.)
Yunus kepanasan banget. (Yunus kipas-kipas dengan sangat hebat.)

Yunus: Aduh kenapa pohonnya mati, panas sekali, biar aku mati sekalian.

Suara Tuhan: Yunus, engkau sayang pada pohon yang tumbuh dalam semalam, mati dalam semalam juga. Padahal engkau tidak ikut membuatnya tumbuh. Bagaimana aku tidak sayang Niniwe, di sana ada 120.000 orang.

Lora: (Makan stroberi).

MC: Adik-adik, berapa lama Yunus di perut ikan? 3 hari.
Begitu keluar dari perut ikan, Yunus segera menyiarkan kabar tentang Tuhan,
maka orang-orang Niniwe bertobat dan tidak jadi dihukum Tuhan.
Kisah Yunus ini melambangkan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus juga pernah mati dan dikubur selama 3 hari.
Pada hari ketiga, Tuhan Yesus bangkit dari kematian.
Siapa saja yang percaya dan menerima Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya,
tidak akan binasa melainkan akan menerima hidup yang kekal.
Tuhan Yesus sendiri bilang, orang-orang yang percaya kepada-Nya akan hidup walaupun ia sudah mati.
Sekarang, marilah kita buka hati kita.
Marilah kita seperti orang-orang Niniwe yang segera percaya dan bertobat begitu mendengar pemberitaan Yunus.
Marilah kita membuka hati kita dan menerima Tuhan Yesus.

MUSIK – MARI MASUK

MC: Adik-adik, kita juga harus menyiarkan kabar ini kepada teman-teman kita.
Undanglah mereka untuk beribadah kepada Tuhan.
Undanglah mereka untuk mendengarkan Firman Tuhan.
Teman yang kamu sukai, teman yang tidak kamu sukai, undanglah mereka.
Tuhan mencintai mereka.

MUSIK – BANGKIT! YUK, SIARKAN DIA!

MC: Adik-adik, orang miskin perlu dengar Firman Tuhan nggak?
Perlu! Orang bodoh? Orang sakit? Orang sehat? Orang yang kamu sukai?
Orang yang tidak kamu sukai? Semua orang perlu mendengarkan Firman Tuhan!

MC: Tuhan Yesus, kami mau menyiarkan Engkau ke teman-teman kami.
Sertailah kami saat mengundang teman-teman kami.
Tuhan Yesus, dapatkan teman-teman kami lebih banyak lagi.

MUSIK – BANGKIT! YUK, SIARKAN DIA!