Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka
jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu
seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya
memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
1 Tim. 6:17
Naskah Siapa Terbaik:

(Background hitam.)

Pak Clement: Aduh hari ini, teman-teman Lorita mau datang , papa harus buat kejutan yang menarik untuk mereka !! Khan hari ini papa janji sama mama, papa yang akan belanja ke pasar dan masak, hehehehehe (sambil menggosok-gosokkan tangan di celemek dan memakai topi koki).

Mbak Iyus: Bagaimana kalau kita menyiapkan minuman yang sueegerrr buat mereka, surprise, kejutan gitu loh…Pak!!

Pak Clement: Tapi, tapi … khan semua minuman sueegerr. Jadi minuman apa? Lorita suka jus tomat, Lora suka jus stroberi, nah teman-teman Lorita suka jus apa? Bingung… deh.

Mbak Iyus: Yah…kita lihat-lihat ke pasar aja dulu, di pasar pasti banyak buah-buah segar.

Bu Ella: Papa!! Kok belum berangkat sih!! Cepat berangkat Pa, nanti kesiangan! (hanya suara saja).

Pak Clement: I … iya ciku, ayo Iyus cepat …. (sambil terburu-buru karena teriakan mama).

(Pak Clement dan Mbak Iyus pun berangkat menuju toko buah untuk membeli buah.)
(Mobil datang, pergi, berhenti di toko buah.)
(Background toko buah dan buah-buahan.)
(Pak Clement dan mbak Iyus berakting lucu-bingung mendengar perdebatan buah.)

Pisang: Aduh… gantengnya aku. Gagah, harum, enak lagi.

Stroberi: Halo pisang!

Pisang: Lho, siapa itu?

Stroberi: Ini aku stroberi.

Pisang: Oh... kau! Si merah yang asem...!!

Stroberi: Meskipun aku asem...tapi aku khan si meeeerrraaaahhhh yang cantik! (huk....huk...huk... – menangis cengeng karena diejek)

Pisang: Wah...udah asem, cengeng lagi...tambah gak enak deh...!!!

Stroberi: huk...huk...huk...(menangis semakin keras).

Tomat: Halo, aku juga si merah, tapi aku biasa dipanggil tomat, ada apa dengan Stroberi?? Kok menangis sih??

Pisang: Hei…tomat yang gendut ! Ada apa kamu kemari???

Tomat: Saya khan mau bermain-main dengan kalian, kok kamu jahat sih pisang, bilang aku gendut??

Pisang: Memang kamu si gendut jelek!!! Hahahahahhahaha, pantas aja punya teman si asem!

Stroberi: (Sambil terisak) Kamu jahat, suka menghina, huk huk huk!! Nanti aku bilangin teman-teman yang lain loh…!!!

Tomat: Iya... nanti kita bilangin ke teman-teman, jangan bermain dengan Pisang lagi !!! (ekspresi kesal).

Pisang: Ha ha ha emangnya kupikirin. Pisang gagah, walaupun nggak ada teman, ya tetap gagah.
Yang asem, yang gendut walau banyak teman, ya tetap asem dan gendut, ha ha ha...
Aduh… gantengnya aku. Gagah, harum, enak lagi.

Pisang: (Pisang nyanyi) – Pisang Enak Pisang Gagah, cihuiii... gantengnya. Mahal harganya. Makan Pisang Pasti Sehat Gampang ke WC, cihuiii ... hebatnya. Makan tomat ihh asem. Makan stroberi ihh tambah asem, wek wek wek.

Tomat: Ihh sombong!!

(Tomat dan Stroberi serta Pak Clement dan mbak Iyus nyanyi “Sombong sombong sombong itu dosa. 3X. Anak Tuhan tak boleh bohong.)

Pak Clement: Pisang, kamu memang enak dan gagah. Pak Clement memang suka makan pisang.

(Mbak Iyus mungutin pisang, dimasukan keranjang.)

Pisang: Bener khan?

Pak Clement: Tapi, anak-anak pak Clement yang cantik-cantik ...

Pisang: Pasti suka pisang juga.

Mbak Iyus: Nggak.

Pisang: Masa sih?

Pak Clement: Lorita atau Tata suka tomat.

(Mbak Iyus mungutin tomat, dimasukkan keranjang.)

Tomat: Asyikk... ada yang suka tomat.

Pak Clement: Lora suka stroberi.

(Mbak Iyus mungutin stroberi, dimasukkan keranjang.)

Stroberi: Tuh khan, ada juga yang suka aku.

(Stroberi dan tomat menyanyi – Siapa buat stroberi… Siapa buat tomat … Siapa buat pisang …. Jadi, kita sama-sama diciptakan Tuhan.)

Mbak Iyus: Iyo bener, semuanya mengandung vitamin dan sehat. Tidak boleh ada yang sombong.

Pak Clement: Adik-adik semua juga, jangan sombong ya, semua anak, kamu, kamu, kamu, kamu juga, kamu juga, semuanya penting, semuanya berharga bagi Tuhan. Tidak usah sombong.

(Semua buah dan papa serta mbak nyanyi bersama – Langit dan bumi. Ajak anak-anak nyanyi juga.)

(Hp papa bunyi.)

Pak Clement: I… iya ciku, on the way ciku…. Ayo Iyus.

(Papa buru-buru bayar lalu naik mobil.)