Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit,
harus dilaksanakan dengan tekun untuk keperluan rumah Allah semesta langit,
supaya jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka.
Ezr. 7:23
Naskah Rahasia Papa:
Lorita:
(Sambil makan tomat)
Siapa paling hebat?
Lorita-lah pasti
Siapa paling super?
Sudah pasti Tata
Super cantik, kata papa
Super pintar, kata papa
Super, super, superrrr…
Lora:
(bingung mendengar kakaknya menyanyi seperti itu)
(sambil makan stroberi) Kak Tata, papa bilang, Lora juga super cantik, super pintar, jadi kita sama-sama super.
Lorita:
Tapi, karena kak Tata lebih besar jadi ya lebih super.
Lora:
Pokoknya… sama-sama super!
Lorita:
Lebih super.
Lora:
Nggak.
Lorita:
Lebih super.
Lora:
Hua….
Lorita:
Ih... Lora, kak Tata khan cuma ngledek.
Lora:
Jadi, kita sama-sama super?
Lorita:
He eh. Udah bikin PR-nya sono.
Lora:
Nggak usah ah, khan udah super?
(Lorita bingung lalu belajar.)
Papa:
Lora sayang, waktu belajar nulis!
(Mama keluar sambil membawa kertas-kertas untuk melukis lalu mulai kerja.)
Lora:
Pa, Lora super pintar, khan?
Papa:
Super pintar, super cantik, dan papa super sayang.
Lora:
Karena Lora sudah super pintar, Lora nggak mau belajar ah!
Papa:
Lho, lho, orang yang sudah super pintar tetap harus belajar supaya jadi super super super pintar.
Lorita:
Pa, Tata juga udah capek belajar nih, kita nonton yuk!
Lora:
Yuk!
Mama:
Tata, Lora, tidak boleh nonton di jam belajar. Jangan malas dong, orang malas pasti tidak disukai di mana-mana. Firman Tuhan bilang orang malas itu seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata.
Lorita:
Pa, apa maksudnya cuka bagi gigi dan asap bagi mata?
Papa:
Ohh, hmm (mikir) … tadi yang ngomong mama khan? Jadi tanya mama aja oke?
Mama:
(Sambil gambar terus) Anak-anak, pernah nggak gigi kalian kena cuka? Wah, rasanya ngilu banget, ihhh, nggak mau lagi deh. Nah, pernah nggak mata kalian kena asap?
Lora:
Lora pernah, waktu mbak Iyus bakar sate, mata Lora kena asap, ihh pedihhhhh deh.
Mama:
Nah, orang malas itu kayak cuka bagi gigi dan asap bagi mata, nggak ada yang mau, semua orang tidak suka.
Papa:
Udah ngerti khan? Jadi kalian semua harus belajar yang rajin. Kalau kalian belajar dengan rajin, pasti akan lebih hebat dari papa dan mama.
Lora:
Papa dulu super pintar juga, khan?
Papa:
Mama super pintar, papa eng…
Lorita:
Jadi, papa nggak super ya?
Lora:
Super kak, ya khan pa?
Papa:
Iya, iya, papa super juga.
Lora:
Super apa pa?
Papa:
Super ganteng! (mama geleng-geleng).
Lora:
Asyik, papa super ganteng!
(Mama dan Lorita pasang tampang lucu)
Papa:
Lora, Tata, sini, papa punya rahasia.
Mama:
Pa, ceritanya nanti aja, anak-anak harus belajar.
Papa:
Sebentar kok ma.
(Mama berjalan masuk.)
Lorita&Lora:
Rahasia apa pa?
Papa:
Dulu, banyak orang bilang papa kurang pinter.
Lora:
Tapi, papa khan super ganteng.
Papa:
Sebenarnya bukan cuma super ganteng Lora, papa super rajin. Waktu teman-teman papa sudah tidur, papa masih belajar. Pagi-pagi, waktu teman-teman papa belum bangun, papa sudah bangun, belajar lagi. Gitu.
Lorita:
Lalu papa jadi super pinter.
Lora:
Super pinter, super ganteng, dan super rajin.
Papa:
Betul sekali! Itulah sebabnya papa bisa jadi dosen. Disayangi murid-murid papa lagi!
Lora:
Karena ganteng?
Lorita:
Bukan, karena papa dosen yang baik dan rajin, ya khan pa.
Papa:
Anak papa memang super super! Ayo sekarang cepat belajar!
Lorita:
Dada teman-teman, jangan malas ya, supaya tidak jadi cuka bagi gigi dan
Lora:
Asap yang bikin mata pedih.
Lorita:
Kalau kita rajin belajar, papa mama pasti sayang, semua orang sayang, dan kalau kita besar, kita bisa jadi orang penting kayak papa Tata.