Orang yang sembunyi-sembunyi
mengumpat temannya, dia akan kubinasakan.
Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
Mzm. 101:5
Naskah Mau Pamer Nih Ye:

Nenek Alodia: (bawa tas keren – bersiul amazing grace) La la la la…. Halo semuanya! Halo! Halo! Nenek lagi seneenggg deh. La la la la….

Kakek Aaron: Nek, cepet nek, kita ditungguin anak-anak.

Nenek Alodia: Oke, oke, la la la la ….

(Masuk sebentar lalu keluar lagi.)
(Noel, Gary, Lora, Lorita sedang makan dilayani mbak Iyus.)

Nenek Alodia: Halo cucu cucuku!

Semua: Halo nek! Halo kek!

Lorita: Makan yuk nek, kek. Ada ayam goreng, ada sayur asem, ada lalap tomat.

Lora: Tapi, stroberinya punya Lora lho nek, kek, jangan dimakan ya.

Kakek Aaron: Ih... jangan pelit dong.

Mbak Iyus: Silakan makan nek, silakan makan kek, Iyus ambilkan lagi sayurnya di dapur. (Iyus masuk.)

Nenek Alodia: La la la ....

Lora: Nek, kata mama, kalau makan jangan nyanyi nanti huk huk huk (batuk-batuk).

Nenek Alodia: Oh ya? Nenek khan lagi seneenggg.

(Kakek sibuk makan sambil bilang hmmm enakk.)

Nenek Alodia: Nenek baru beli sesuatu lho, bagus, keren, cakep, kalau mama kalian lihat, pasti kepengin deh.

Cucu-cucu: Apaan sih nek?

Nenek Alodia: Mau lihat khan? Tunggu ya.

(Nenek mencari-cari di tasnya)

Nenek Alodia: Lho..., lho..., kok nggak ada?

(Kakek sibuk makan sambil bilang hmmm enakk.)
(Nenek cari-cari lagi, sambil lihat di kantong kakek.)

Nenek Alodia: Iyus! Iyus!

(Iyus datang tergopoh-gopoh.)

Nenek Alodia: Kamu ngapain lama-lama di dapur? Kamu … kamu lihat anting-anting nenek, nggak?

Mbak Iyus: Tuh, khan lagi nenek pake?

Nenek Alodia: Bukan Iyus, bukan, maksud nenek, yang baru.

Mbak Iyus: Walah walah piye piye, Iyus nggak lihat, … nggak ambil nek, bener, sungguh, nggak boong. Walah walah....

Nenek Alodia: Udah udah….

(Kakek masih sibuk makan sambil bilang hmmm enakk.)

Nenek Alodia: Nggak ketelen Lora khan?

(Lora kaget, pegang tenggorokannya.)

Lorita: Kayak apa sih modelnya nek?

Nenek Alodia: Putih, kilap, besar, cakeeeppp deh.

Noel: Ini bukan, putih dan besar?

Nenek Alodia: Noel! Itu tulang ayam!

Noel: Oh, maaf nek.

Nenek Alodia: Ayo, ayo semuanya berdiri, … berdiri, … bantu nenek cari anting nenek.

Noel: Aduh, nenek ada-ada saja.

Nenek Alodia: Ayo kek berdiri dulu dong.

Kakek Aaron: Kenapa nek, ini ayam gorengnya enak, cuma agak keras, kakek sulit gigitnya. Hmmm... enak.

Nenek Alodia: Aduh, sebentar kek, anting nenek hilang.

Kakek Aaron: Hah? Anting yang mana?

Nenek Alodia: Yang tadi kek, yang bagus itu.

Kakek Aaron: Aduh, anting yang mana sih?

Nenek Alodia: Itu yang tadi, yang kakek bilang jelek, padahal nenek bilang bagus.

Kakek Aaron: Oh yang itu, ya masih di tempatnya nek.

Nenek Alodia: Di tempatnya di mana?

Kakek Aaron: Lho khan nenek tadi yang lihat.

Nenek Alodia: Iya, tapi sekarang hilang kek.

Kakek Aaron: Kok bisa hilang?

Nenek Alodia: Nggak ada di tas nenek, tuh nggak ada (sambil mengeluarkan semua barang-barangnya).

Kakek Aaron: Ya, tentu saja nggak ada di tas nenek.

Nenek Alodia: Habis di mana?

Kakek Aaron: Ya, di tokonya dong.

Nenek Alodia: Jadi? Jadi?

Kakek Aaron: Kakek tadi lupa bayar nek, maaf ya, udah makan dulu aja ayam gorengnya, kakek udah kenyang.

(Semua ketawa)

Nenek Alodia: Huh, nggak ada yang lucu.

Lora: Nenek sih, mau pamer ….

Lorita: Sstt….

(Semua masuk)

MC (1): Waduh, bagaimana ya nenek ini, masa mau pamer.

MC (2): Iya, padahal Tuhan Yesus, yang anak Allah itu lahir di kandang, dibaringkan di palungan. Sederhana sekali.

MC (1): Iya, waktu ke Yerusalem, Tuhan Yesus juga tidak naik kereta kuda yang megah, tidak pakai terompet, tapi naik keledai. Sederhana banget ya.

MC (2): Kalau Tuhan kita sederhana, kita juga perlu belajar sederhana.