Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah
dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?
Ayb. 4:7
Naskah Jujur:
Narator:
Suatu pagi …
Pak Thomas:
(Sambil marah-marah) Memangnya enak bohong terus?
Jelek bilang bagus, mahal bilang murah, rusak bilang masih nggak rusak.
Ihhh… pokoknya Pak Tomas nggak mau disuruh bohong terus.
Pak Tomas berhenti kerja!!!
Bohong!!! bohong!!! Bohong!!! bohong itu dosa!!
Tapi, sekarang Pak Tomas jadi nggak punya pekerjaan.
Jadi bagaimana ini? Bagaimana? Bagaimana?
Tante Yuni:
(Suara Tante Yuni menyanyi.)
(Pak Tomas bergaya marah-marah, angkat-angkat tangan, pegang kepala, dll.)
Aduh, Pak Tomas mulai marah-marah lagi, padahal udah lama lho nggak dengar Pak Tomas marah-marah.
Pak Thomas:
(Pak Tomas tiba-tiba berbalik) Bagaimana bagaimana bagaimana???
Tante Yuni:
(Tante Yuni teriak kaget sekali sampai cabenya tumpah.)
Aduh, tolong!!! Cabe Tante Yuni kotor lagi, aduh… bagaimana ini bagaimana?
Pak Thomas:
Maaf maaf maaf Tante Yuni, Pak Tomas lagi bingung karena Pak Tomas baru saja dipecat.
Tante Yuni:
Dipecat? Apa itu?
Pak Thomas:
Pak Tomas nggak boleh kerja lagi, bos Pak Tomas marah besar karena Pak Tomas nggak mau bohong.
Ini bener-bener aneh, masa orang jujur kok dipecat (sambil marah-marah lagi).
Tante Yuni:
Kalau begitu Pak Tomas bisa bantu Tante Yuni jual cabe dong.
Pak Thomas:
Hahh???? Secakep begini??? Jual cabe???
Tante Yuni:
(Menunjukkan ekspresi marah) Pak Tomas, memangnya cuma orang jelek yang jual cabe? Emangnya Tante Yuni jelek?
Pak Thomas:
Nggak nggak maksud Pak Tomas engg… jual cabe? Ogah ah.
Tante Yuni:
Ya udah (sambil memunguti cabe-cabenya). Tante Yuni ke pasar dulu ya....
Pak Thomas:
Semoga cabenya laris ya… (semuanya berjalan masuk).
Narator:
Sore itu….
Pak Thomas:
Pak Yafet, tok tok tok (keras sekali), permisi… Pak Yafet, tok tok tok ....
Pak Yafet:
Iya, iya, sabar. Ada apa sih?
Pak Thomas:
Pak Yafet, tolong Pak Tomas dong.
Aduh (bergaya bingung tapi marah) Pak Tomas dipecat nih.
Pak Tomas perlu pekerjaan baru, tolong ya Pak Yafet.
Pak Yafet:
Pak Tomas mau kerja di tempat Pak Yafet?
Pak Thomas:
Boleh boleh kalau ada lowongan, ada nggak? Kerjanya apa?
Pak Yafet:
Mmm… ada sih, kerjanya jualan buku. Namanya KRUGEM.
Pak Thomas:
KRUGEM? Apakah itu buku bagus?
Pak Tomas nggak mau bohong lho.
Kalau bagus bilang bagus, kalau jelek ya jangan bilang bagus.
Pak Yafet:
Jangan khawatir deh Pak Tomas, bukunya pasti bagus kok.
Tapi Pak Tomas juga harus jujur ya, lebih-lebih soal uang.
Pak Thomas:
Pak Tomas jujur, jujur kok.
Kalau Pak Tomas menemukan uang Rp. 1000 di kamar mandi, langsung Pak Tomas kembalikan.
Pak Yafet:
Kalau 10.000?
Pak Thomas:
Sayang ya dikembalikan? Tapi kan anak Tuhan harus jujur, jadi Pak Tomas kembalikan, pasti dikembalikan.
Pak Yafet:
Kalau nggak tahu siapa yang punya?
Pak Thomas:
Bagaimana kalau dibeliin es aja? Kan nggak ada yang punya? Lagian Pak Tomas haus.
Pak Yafet:
Lho, nggak boleh. Itu namanya nggak jujur.
Pak Tomas harus menyerahkannya kepada orang yang bertanggung jawab di kantor itu.
Pak Thomas:
Oh, ya ya ya. Jadi, Pak Tomas udah boleh kerja di kantor Pak Yafet?
Pak Yafet:
Ehmmm....
Pak Thomas:
Pak Tomas pasti jujur deh. Sampai ketemu besok, permisi dulu….
Pak Yafet:
Ampun deh Pak Tomas, semoga dia bisa bekerja dengan baik (sambil jalan masuk rumah)
Narator:
Keesokan harinya, ketika Jojo dan Sisi pulang sekolah. Pak Yafet dan Pak Tomas pun sudah pulang kerja. Pak Tomas masih asyik bercerita soal pekerjaan barunya (baca dengan nada setengah berbisik)
(Pak Tomas ngomong dengan seru, Pak Yafet manggut manggut)
Sisi:
Pa, ulangan Sisi dapat 100 lho
Pak Yafet:
Bagus sekali, nih papa beri hadiah 1000 rupiah, kamu tabung ya. (Pak Tomas masih saja bercerita dengan semangat)
Sisi:
Asyik….
Jojo:
Ma, katanya mau cerita kalau Jojo udah selesai buat PR, ayo dong, PR Jojo udah selesai…
Bu Nana:
Oke, oke, (sisi ikut nimbrung) Masih ingat tembok Yerikho yang roboh itu?
Hari itu, sebelum temboknya roboh, Yosua, pemimpin mereka, berpesan.
Kalian tidak boleh mengambil emas dan tembaga untuk diri sendiri.
Semua itu harus diberikan kepada Tuhan.
Tapi anak-anak, ada seorang bernama Akhan, dia melihat emas, wahhhh emas, emas, emasnya berkilau, kilap luar biasa.
Lalu ia melihat uang dari perak banyak sekali, wahh, masih ada lagi jubah yang indah, diam-diam ia ambil, ia bungkus rapat-rapat, cepat-cepat, ia menggali lubang di belakang rumahnya, ia sembunyikan.
Tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu, tapi ada Seorang yang tahu, Orang itu melihat, siapa Dia? Ya, Tuhan kita.
Sisi:
Lalu apa yang terjadi ma?
Bu Nana:
Tuhan menghukum mereka.
Jojo:
Jadi, Tuhan nggak suka kalau kita nggak jujur ya ma?
Bu Nana:
Iya, makanya kalian harus jujur ya !!!
Sisi:
Pa, hadiahnya Sisi nggak mau deh.
Pak Yafet:
Lho, kenapa? (mama juga bingung, Jojo melihat pensilnya terus, dimasuk-keluarkan kantong terus).
Sisi:
Sisi, Sisi sebenarnya nggak bisa dapat 100 pa, ada satu soal yang Sisi nggak bisa, tetapi, Sisi pengin dapat 100, jadi Sisi nyontek punya teman di sebelah Sisi. Huuuhuhh (nangis), Sisi malu, Sisi nggak jujur, nanti dihukum Tuhan pa, huhuhu…
Jojo:
Pa, Jojo pergi dulu ya.
Sisi:
Lho, kemana Jo?
Jojo:
Jojo mau ke rumah ibu guru, balikin ini (tunjukkan pensil yang bagus atau apa saja).
Pak Yafet:
Kamu mencuri?
Sisi:
(Hah.. pensil baru? Jojo dapat dari mana?)
Pak Thomas:
Itu apa sih?
Jojo:
Jojo, pergi dulu ya pa?
Pak Yafet:
Nggak, kamu ceritakan dulu dari mana kamu dapatkan pensil itu? Kamu mencuri?
Jojo:
Ngg.. nggak pa.
Pak Yafet:
Lalu dari mana kamu dapatkan pensil itu?
Jojo:
Tadi, ibu guru bertanya, “Anak-anak ini pensil siapa?”
Tidak ada yang angkat tangan, jadi Jojo angkat tangan (angkat tangan dengan takut-takut).
Semuanya:
Itu tidak jujur. (Jojo menutup mukanya.)
Pak Yafet:
Ayo, sekarang semuanya berdoa, Sisi dan Jojo harus mengaku dosa kepada Tuhan.
Sisi&Jojo:
Iya pa.
Jojo:
Tuhan Yesus ampuni Jojo karena tidak jujur, Jojo mau kembalikan pensil ini ke ibu guru. Tuhan Yesus jangan marah lagi ya sama Jojo. Terima kasih Tuhan Yesus.
Sisi:
Tuhan Yesus, ampuni Sisi karena nyontek, Tuhan Yesus, Sisi mau meminta maaf ke ibu guru, tolonglah Sisi supaya berani. Terima kasih Tuhan, amin.
Pak Yafet:
Sekarang, kita sama-sama ke rumah ibu guru Jojo, lalu ke rumah ibu guru Sisi. Ayo, ma. Permisi dulu Pak Tomas.
Pak Thomas:
Lho, lho, padahal Pak Tomas mau cerita. Siapa yang dengarin cerita Pak Tomas?
Anak-anak, kalian mau nggak dengerin cerita Pak Tomas?
Dengerin ya, waktu itu, Pak Tomas masih kelas 3 SD, Pak Tomas kehilangan kotak pensil Pak Tomas.
Lalu guru Pak Tomas menunjukkan kotak pensil yang bagus sekali, dia tanya, “Tomas, inikah kotak pensilmu?”
Pak Tomas lihat kotak pensil itu, aduh bagusnya, Pak Tomas pengin kotak pensil itu, padahal itu bukan punya Pak Tomas.
Punya Pak Tomas udah dekil, ada lubangnya lagi, kecil sih lubangnya.
Jadi, Pak Tomas berpikir keras, bilang ya apa nggak?
Saking penginnya Pak Tomas bilang, “Ya, ya itu memang kotak pensil saya.”
Waduh, hari itu bener-bener memalukan, Pak Tomas kapok deh, kapok….
Guru Pak Tomas marah besar, dia bilang, “Tomas! Kamu tidak jujur.
Ibu malu jadi guru kamu! Ini kotak pensil ibu, bukan kotak pensil kamu.
Coba lihat sekali lagi, yang mana kotak pensilmu?”
Saat itu ibu guru Pak Tomas menunjukkan kotak pensil Pak Tomas yang dekil itu.
Aduh, malunya, maluuuu deh.
Jadi, anak-anak jangan suka bohong ya, kita harus jujur, agar Tuhan Yesus senang.