Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya
ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga
Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Mrk. 11:25
Naskah Gara-gara Percobaan:

Narator: Diulang lagi… diulang lagi… diiulang lagi...
dan selalu ada masalah..., masalah kecil, masalah sedang, masalah besar, masalah besar sekali. Huh….

(Layar proyektor – percobaan baking soda.)

Narator: Percobaan yang dilakukan Noel dan Gary membuat seluruh keluarga Clement makan kue bantat,
kue yang biasanya enak itu jadi kerassss ihh…, mbak Iyus sampai pusingggg….

(Seluruh keluarga Clement makan kue bantat, dengan tampang aneh. Lorita batuk-batuk, menyandarkan kepala di tiang. Mbak Iyus nongol sambil pusinggg….)

Pak Clement: (Menghibur mama yang pusinggg juga) Nggak apa ciku, yang penting Noel dan Gary tambah pinter, ya khan? Yuk kita berangkat, keburu siang! Yuk Lora!

Mbak Iyus: Walah walah… piye… piye….
Noel, Gary… hmmm... gemes mbak, ini gara-gara percobaan-percobaan mereka, baking soda… bahan untuk membuat kue juga dipake sampai habis. Kue buatan mbak jadi bantat deh (sambil memegang kue bantat).

Narator: Aduh… lagi lagi banjir! banjir!

(Layar proyektor – percobaan balon)
Mengisi balon dengan air? Memang susah. Tuh kan muncrat lagi muncrat lagi, harus cepet cepet cepet ngikatnya.

Mbak Iyus: Walah walah… piye… piye ….
Dapur becek ..., kulkas penuh balon berisi air....
Pantes aja nenek Sara kaget tenan. Mbak Iyus sih wis biasa … nggak aneh…, jadi ya kaget dikit.
Untung Pak Clement belum pulang, kalau bapak yang buka kulkas pasti teriak, “Iyus Iyus… makanan apa ini?”

Nenek Sara: Iyus, Iyus, tolong beresin ya, nenek dan kakek mau kondangan dulu. Titip Tata, Noel, dan Gary ya.

Mbak Iyus: Beres nek, nggak usah khawatir.

(Nenek dan kakek pergi.)

Lorita: (Menjerit sekuat tenaga, menjerit lagi, dan lagi.)

Mbak Iyus: Walah walah, ada apa, Ta?

Lorita: Ada sesuatu di laci itu.

(Noel dan Gary berpandang-pandangan.)

Mbak Iyus: Laci? (sambil menoleh ke Noel dan Gary).

Lorita: Hiii… ada sesuatu... sesuatu... entah apa (berbisik) mungkin benda itu hidup.

Mbak Iyus: Hah? Hidup? Opo iku?

Noel: Ayo kita lihat Ger!

Lorita: Hati-hati Noel, Gary.

Noel: Ha? (Noel dan Gary tertawa terpingkal-pingkal.)

Mbak Iyus: Lho piye toh?

Lorita: Apa yang lucu?

Noel: Kak, itu kan jamur yang tumbuh di atas roti. (Ketawa lagi.)

Lorita: Jorok! Keterlaluan! (memukul Gary dan Noel).

(Noel dan Gary teriak aduh aduh, maaf kak, maaf…)

Mbak Iyus: Walah walah stop stop…

Narator: Masalah lagi kan?

(Noel dan Gary keluar dengan muka diplester.)

Noel: Kak, maafkan Noel dan Gary ya.

Lorita: (Mau mukul lagi) Pergi!

(Noel dan Gary – lari.)

Noel: (Bawa bunga) Kak, maaf dong!

Lorita: (Buang bunganya) Kalian jahat! Jahat!

(Noel dan Gary pergi dengan sedih)

Narator: (Lorita memperagakan) Setelah makan malam, Lorita melihat kado yang cantik sekali.
Pasti dari Noel dan Gary. Dia pengen buka, tapi gengsi.
Tapi pengen banget,… gengsi….
Pengen … gengsi .... Aduhhh buka aja kenapa?

(Lorita membuka kado dan menjerit-jerit.)
Catatan: Pastikan ada keluar dari kotak kado dan sangat mengagetkan.
(Noel dan Gary masuk sambil teriak baa…. – Lorita menjerit lagi)

Lorita: Kalian memang jahat! Jahat! (sambil memukuli Noel dan Gary).

Narator: Kacau! Kacau! Kakak adik kok berantem hebat, mana boleh!!

(Noel dan Gary nongol dengan muka penuh plester, ketika bertemu Lorita, mereka saling membuang muka.)

Nenek Sara: (Baru pulang kondangan bersama kakek, kaget banget) Ada apa ini? Kalian kenapa? Aduh bagaimana ini kek?

Kakek Toby: Kakek Toby : Kalian berantem ya?

(Nenek sibuk memeriksa muka Gary dan Noel.)

Noel: Kak Tata mukul-mukul, nyakar-nyakar, ihh kalau saja kak Tata cowok udah Noel tinju deh.

Lorita: Mereka yang jahat kek, iseng! Rasain deh!

Noel: Kak Tata sih nggak mau maafin kek.

Lorita: Rasain! Wek!

Kakek Toby: Udah nih? Sekarang siapa yang mau minta maaf?

(Semuanya saling membuang muka, nenek bingung.)

Kakek Toby: Oke, kalian boleh berdiri terus di situ sampai ada yang meminta maaf.

Lorita: Kamu yang salah!

Noel: Kak Tata juga salah!

Lorita: Kamu!

Noel: Kak Tata!

(Kakek dan nenek cuma memandang dan menunggu dengan bijaksana.)
(Hening lalu saling membuang muka.)

Lorita: (Nangis yang seru.)

Noel: Yahhh ... nangis (sandarin kepala di tiang).

Nenek Sara: (Berbisik) Noel, Gary, ingat jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapa di sorga akan mengampuni kamu juga (Mat. 6:14).

Noel: (Memberi isyarat kepada Gary) Kak, maafkan Noel dan Gary kak.

Lorita: (Nangis lebih keras.)

(Noel dan Gary berpandang-pandangan)

Kakek Toby: Tata! Adikmu sudah minta maaf duluan.

Lorita: Maafkan kak Tata juga ya.

Kakek Toby: Bagus! Sekarang semua masuk ke dalam, kita berdoa bersama-sama.

Narator: Adik-adik, keluarga perlu saling memaafkan.